ads top

Buku "Fajar Sang Hafidz" Menjadi Pesan Orang tua Dalam Mendidik Anak


Azhar aziz, penulis buku saat launching buku "Fajar Sang Hafidz" (Foto: Ali Muhtadin)

Fajar Abdulrokhim Wahyudiono, seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an di usia belia, membuat Azhar Azis terinspirasi membuatkan buku biografi untuknya.

Di akhir tahun 2015 saat Fajar mengikuti lomba Tahfidz Qur'an menjadi awal Azhar berniat membuat buku tersebut. Azhar kagum lantaran Fajar sudah bisa menghafal Al-Qur'an sejak umur 4 tahun.

"Karena memang terinspirasi tidak pernah membaca Al-Qur'an di usia 7 tahun sementara dia sudah hafal Al-Qur'an 4 tahun, tapi belum berurutan," ungkapnya saat launching buku "Fajar Sang Hafidz" di Aula Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Center, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (18/02/17).

Dalam kata pengantar, Sekretaris Jendral (Sekjen) Majelis Intelektual Ulama Muslim Indonesia (MIUMI), K.H. Bachtiar Natsir mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Fajar adalah sebuah keajaiban.

"Buku ini menjelaskan sebuah struktur yang sangat Indah tentang keajaiban Al-Qur'an sekaligus keajaiban pada diri seorang anak karena Al-Qur'an," ungkap Bachtiar.

Selain itu, ulama dan pakar pendidikan dari Arab Saudi, Syekh Khalid bin Abdullah Al-Hamudi juga menyatakan bahwa Fajar merupakan risalah (pesan dan peringatan) sekaligus kritik bagi semua orang.

"Lahir prematur, antara hidup dan mati, seakan-akan dia dilahirkan sebelum wafatnya, tapi mampu menghafal Al-Qur'an dengan baik," kata Syekh Khalid dalam kata pengantar buku tersebut.

Azhar yang merupakan mantan wartawan Jawapos tersebut menyatakan bahwa buku tersebut bukan hanya untuk orang tua ABK, melainkan diperuntukkan untuk semua orang tua dalam mendidik anak.

Reporter: Ali Muhtadin
Bagikan! Bagikan! Bagikan! Bagikan!

About Unknown

2 comments: